Ingin Tahu Apa yang Dipikirkan Pria Menjelang Pernikahannya? Yuk, Simak Ulasan Berikut

Mempelai.Info – Pernikahan adalah salah satu momen penting bagi kaum pria dan wanita. Tapi, tahukah kamu? Meski akan menghadapi momen yang sama, pria dan wanita memiliki sikap yang berbeda dalam menghadapi momen bahagia itu.

Biasanya calon mempelai wanita akan cenderung menjadi lebih sibuk mempersiapkan beragam hal untuk mempersiapkan pernikahan. Melakukan fitting gaun pernikahan, survey lokasi gedung resepsi, memilih katering hingga menentukan souvenir pernikahan. Para wanita akan menjadi lebih antusias menyambut momen bahagianya itu.

Bertolak belakang dengan calon mempelai wanita, para calon mempelai pria justru sebaliknya. Antusiasme mereka dalam menghadapi pernikahan justru tidak setinggi wanita. Tetapi tenang, itu bukan berarti mereka gak serius untuk berkomitmen denganmu.

 

1.Takut kehilangan kebebasan

Menjadi pria dewasa perlu proses. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk membangun kesadaran dalam dirinya bahwa dia akan berubah status menjadi kepala keluarga. Seorang nakhoda yang akan mengarahkan bahtera rumah tanggamu menuju masa depan yang lebih cerah.

Ketika masih lajang, dia bisa bebas pergi kemanapun dan kapanpun. Berkumpul dengan teman-teman dekatnya, jalan-jalan ke luar kota, atau menjalani hobi tanpa ada gangguan sedikitpun. Namun, ketika menjadi seorang suami, bisa saja dia berpikir kesenangannya tidak lagi bisa dilakukan sebebas dulu.

Sebenarnya, dia sedang mempersiapkan dirinya untuk menghadapi perubahan tersebut.

 

2. Takut tidak bisa memenuhi segala kebutuhanmu

Umumnya, pria lajang akan menghabiskan gaji atau penghasilannya untuk urusan hobi yang kadang terlihat gak penting bagi wanita. Mengoleksi DVD, touring motor, naik gunung, main biliar, dan hal-hal lain yang perlu dana ekstra untuk memenuhinya.

Selain kebutuhannya tersebut, dia juga harus memikirkan beragam cara untuk bisa memenuhi kebutuhan kamu sebagai istrinya nanti. Dia hanya takut kamu kecewa jika keinginanmu melebihi kebutuhan yang sanggup dia berikan.

 

3. Menabung versus belanja

Sudah jadi rahasia umum, wanita lebih semangat soal urusan belanja. Terlebih jika menyangkut belanja persiapan pernikahan. Nah, pria justru tidak menaruh ketertarikan perihal ini.

Bagi pria, ketimbang repot pilih merk bedak muka mana yang paling bagus, atau jenis souvenir apa yang menarik. dia akan lebih suka menyimpan sebagian penghasilannya untuk tabungan bersama. Meski kamu mungkin juga memiliki penghasilan, tapi persoalan ini adalah soal wibawa pria sebagai kepala rumah tangga pemegang keputusan.

Ingat, sudah sejak jaman purba setiap pria pergi berburu atau berladang dan menyimpan hasilnya untuk bisa bertahan hidup dalam jangka waktu yang panjang. Kemudian, tugas para wanitalah yang mengolahnya untuk kemudian dijual atau dimakan bersama-sama.

 

4. Mengalah untuk kebersamaan

Jika menurutmu dia masih terlihat pasif tentang detail persiapan pernikahan kalian, ubahlah pandanganmu berdasarkan kemungkinan berikut.

Kalian pasti sudah mengenal satu sama lain sebelum memutuskan untuk menikah. Nah, karena dia sudah mengenalmu maka dia akan menyerahkan keputusan terkait hal rinci tersebut kepadamu. Seperti, memilih konsep acara, jenis hidangan untuk para tamu, warna tema dekorasi, jenis souvenir hingga perihal detail lainnya.

Dia akan selalu berusaha menghindari perdebatan tentang hal kecil denganmu. Sedikit pertimbangan dan penjelasan logis mungkin akan dia sampaikan. Selanjutnya, dia akan mempercayakannya kepadamu.

 

5. Dia masih bertarung dengan keraguannya sendiri

Pertanyaan,”Apa saya sudah pantas mendampinginya?” mungkih masih selalu terngiang dalam pikirannya. Pertanyaan tersebut akan semakin menghantuinya jika kamu dibesarkan dalam keluarga yang mapan, sementara dia berasal dari keluarga sederhana dan sudah terbiasa mandiri sejak kecil.

Bukannya dia menyesal telah mengajakmu menikah. Pria perlu untuk selalu meyakinkan dirinya sendiri setiap waktu. Kekhawatiran terbesarnya adalah tidak mampu membuatmu bahagia saat bersamanya atau takut tidak mampu seperti orang tuamu dalam membahagiakanmu.

Bagi sebagian pria, pernikahan bukan hanya sekedar pesta sehari semalam, itu hanya simbolis semata. Namun, lain halnya dengan wanita yang senang menganggap pernikahan harus dipersiapkan secara sempurna.

Pria cenderung memikirkan bagaimana ke depannya. Hal ini disebabkan karena kesadaran akan adanya tanggung jawab besar yang diembannya seumur hidup. Yaitu, membahagiakan istrinya lahir batin.

 

Ingat! Dia sudah berani melamarmu untuk menjadi pasangan seumur hidupnya. Itu adalah keberanian sejati para pria, kalian harus menghargainya. Bukan melulu berburuk sangka tentang sikap pasifnya menghadapi pernikahan. Bisa jadi kelima indikasi di atas sedang mengguncang pikirannya saat ini.

Bantulah dengan memberikan dia kesempatan untuk menghadapi proses pendewasaan tersebut, yakinkan dan berikan dia semangat bahwa sejak saat ini kalian akan selalu bersama dalam menghadapi segala sesuatu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *