Jenis ‘Flop’ Ini Selalu Ada Saat Gelar Resepsi Berlangsung

Mempelai.Info – Resepsi pernikahan adalah sarana buat selebrasi ikatan resmi suami istri yang baru aja diresmikan antara kamu dan pasangan. Kurang lebih, itu makna resepsi yang paling sering ditemui dari sudut pandang mempelai dan keluarga. Lalu, gimana sih resepsi kalo dari wedding organizer’s point of view? Tau gak apa aja yang flop (kesalahan) dari resepsi yang udah planned down into details? Untuk lebih jelasnya, yuk simak pengalaman mimin saat menghadiri pesta resepsi baru-baru ini.

Pengaturan slot parkir

Considering sang mempelai termasuk dikenal banyak orang, maka mimin memutuskan agar udah hadir di venue resepsi paling gak sejam sebelum acara. Ahead of schedule, mimin udah di venue satu setengah jam sebelum acara. Mimin sempet bingung nyari parkir karena gerbang parkir belum dibuka. FYI, pemilik venue merupakan instansi militer. Saat itu, rangkaian akad masih berlangsung di masjid yang berdekatan, namun punya parking lot terpisah dengan venue resepsi. Luckily, meski penuh, mimin masih kebagian tempat parkir di situ.

It’s only the beginning. Selepas akad, suasana makin ramai. Ternyata banyak yang punya pemikiran serupa sama mimin, dengan mendatangi resepsi lebih awal. Hasilnya, parkiran venue resepsi yang akhirnya dibuka selepas magrib, terisi nyaris penuh dalam hitungan menit aja.

Minim antisipasi terhadap penumpukan tamu

Gak cuma itu, pintu masuk resepsi for some reason masih belum dibuka, walaupun para tamu udah mulai berkerumun di lapangan parkir, sementara hari semakin gelap (suasana lapangan parkir minim cahaya lampu—red).

Setelah beberapa crew WO mondar-mandir melewati mimin—mereka terlihat masih menyiapkan semuanya di dalam venue, actually for a very good reason, it was quite beautiful in there—akhirnya tamu dipersilakan masuk dengan mengisi buku tamu. Gak ada crew yang berusaha ngatur antrean, akhirnya mimin ‘lempar handuk’ dan memutuskan masuk duluan, sementara buku tamu diisi oleh istri mimin (sebagai pihak yang diundang sama mempelai, hehe).

Imbasnya, untuk bersalaman dan makan antreannya udah mengular

Mimin beruntung bisa dapet antrean salaman gak jauh dari panggung. Crew WO terlihat berusaha mengurai tumpukan tamu yang berjejal di sisi kanan panggung menjadi dua deret saja. Sementara crew di atas panggung mengawasi tamu agar nggak berselfie ria sehingga nggak menahan antrean tamu. Meski begitu, satu dua tamu lolos melancarkan selfie.

Setelah hampir setengah jam antre, salaman dengan mempelai tertunaikan. Mimin cuma kuat sepuluh menit antre makanan karena panggilan alam. Sesuai pengamatan mimin saat nyari WC keluar venue resepsi, antrean salaman mencapai pintu masuk resepsi, yang mendorong mimin untuk membatalkan agenda makan di resepsi.

Kesimpulannya? It looks like crowd anticipation masih jadi isu dalam penyelenggaraan pernikahan. Beberapa berhasil diantisipasi, seperti larangan selfie bareng mempelai di panggung lumayan mencairkan antrean. Hal-hal lainnya, masih jadi PR bersama bagi WO sebagai penyedia jasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *