Ayo Intip Adat Siraman Putra Mahkota Pakualaman, Apa Aja Maknanya?

Mempelai.Info – Baru aja di awal tahun ini keluarga paling dihormati di Yogyakarta menggelar tradisi siraman. Putra mahkota Pura Pakualaman Yogyakarta, Bendara Pangeran Hario (BPH) Kusumo Bimantoro rencananya bakalan mempersunting temen sekolahnya, Maya Lakshita. Sebagai babak akhir prosesi pernikahan, tradisi siraman ini udah dilakukan pada 4 Januari lalu.

Apa aja makna dari prosesi siraman yang berliku ini? Berikut ini Mempelai sajikan makna siraman dari berbagai sumber, kuy disimak ya…

Sakral

Siraman punya makna mensucikan diri calon mempelai sebelum masuk ke tahap akad nikah. Saking sakralnya prosesi akad, ada tradisi panggih yang “mempertemukan” dua calon mempelai untuk pertama kalinya setelah dipingit.

Guyub rukun

Siraman calon mempelai wanita dimulai dengan sungkeman ke ayah, ibu dan neneknya. Setelah sungkeman, Maya yang menggunakan kain bermotif grompol, mengikuti upacara siraman. Kain grompol sendiri maknanya guyub rukun, seolah menjadi untaian doa agar kelak saat mereka sah menjadi suami istri, hidupnya selalu guyub rukun.

Siap sedia dan setia

Prosesi berlanjut ke memecahkan klenting atau kendi yang bermakna untuk mengeluarkan pamor aura sang pengantin dan tanda siap menikah. Lalu pengantin wanita melakukan prosesi potong rikmo atau sedikit rambut untuk ditanam di komplek Pura Pakualaman sebagai tanda kesetiaannya menjadi satu keluarga.

Di balik panjangnya prosesi adat ini, ternyata maknanya dalem banget ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *