Faktor Penyebab Baby Blues

Mempelai.Info – Memiliki anak tentu momen menyenangkan yang ditunggu-tunggu kebanyakan pasangan. Namun, sang ibu seringkali mengalami masalah suasana hati pasa melahirkan (baby blues).

Berikut pendapat ahli kejiwaan dr. Daniella Satyasari, Sp.K.J perihal gangguan kecemasan yang sering dialami para ibu muda ini. Menurutnya, ada tiga faktor yang saling terkait menjadi penyebab baby blues, yaitu faktor biologis, psikologis dan sosial.

“Masalah biologis karena adanya perubahan hormonal. Ibu yang hamil tua itu hormonnya naik turun. Waktu hamil, hormonnya naik, jadi mual. Ketika melahirkan langsung turun drastis, ini menyebabkan perubahan mood yang mengakibatkan perubahan perilaku,” jelas Daniella dalam webinar daring, Selasa (9/3) lalu.

Masalah genetik atau faktor keturunan dari orangtua atau kakek nenek juga bisa menjadi penyebab baby blues. Menurunya, jika dalam keluarga ada riwayat alami masalah kejiwaan atau depresi maka kemungkinan baby blues bisa terjadi.

“Adanya ketidakseimbangan zat kimia di otak yang kita tahu adalah dopamin, serotonin, dan juga yang lainnya. Biasanya pada depresi, serotonin terlalu rendah,” ucapnya.

Sementara itu, faktor psikologis berkaitan dengan pola asuh yang pernah dialami si ibu ketika kecil. Sikapnya dalam menyelesaikan masalah juga bisa menentukan cara berpikirnya dalam menyelesaikan masalah.

Faktor ketiga adalah sosial, Daniella menjelaskan bahwa faktor ini berkaitan langsung si ibu dengan orang-orang terdekatnya seperti pasangan, keluarga dan teman dekatnya.

“Misalnya pasangannya kurang mendukung, pasangannya sibuk kerja terus dari pagi sampai malam gak pulang-pulang. Lalu dia baru melahirkan merasa sendiri mengurus anak, jauh dari orang tua, merasa gak didukung. Ini juga bisa jadi pencetus seseorang mengalami gangguan kejiwaan setelah melahirkan,” tuturnya.

health360.id