Ingin Kembali Tertawa Usai Putus Cinta? Ikuti 5 Tips Ini!

Mempelai.Info – Putus cinta memang menyakitkan, tapi itu wajar kok. Anggaplah itu pelajaran  untuk bisa mewujudkan rencana masa depanmu lebih mantap lagi. No Pain, No Gain.

Maka setelah mengalami gundah, galau, sedih dan kecewa yang bercampur aduk di dalam dada. Kini saatnya kamu move on dari semua itu. Simak ya langkah-langkahnya,

 

1. Luapkan semua emosi, jadikan sebagai energi berkreasi

Emosi bukan seperti bibit tanaman yang semakin lama ditanam lalu tumbuh dan berbuah manis. Perasaan yang kamu alami itu seperti api dalam sekam yang justru akan tetap membakar sekelilingnya meski terus ditutupi.

Oleh sebab itu, janganlah ragu untuk mengekspresikan perasaanmu ke segala sesuatu yang kamu senangi. Banyak kok mereka yang menjadikan emosinya sebagai ‘bahan bakar’ dalam berkarya seperti membuat puisi, lagu atau lukisan.

Bahkan ada juga lho yang sukses menjadi traveling vloger pendakian gunung akibat patah hati karena batal menikah. Seluruh peralatan dan biaya perjalanannya berasal dari dana yang semula dikumpulkannya untuk biaya menikah.

Intinya, luapkanlah emosimu ke segala hal yang positif ya.

 

2. Hanya karena hubunganmu berakhir, bukan berarti dunia berakhir

O bladi, o blada, life goes on…

Sebait lirik lagu The Beatles di atas mungkin bisa menjelaskan langkah kedua yang harus kamu tempuh. Ubah pola pikirmu bahwa seolah kamu satu-satunya manusia di dunia yang sedang mengalami situasi terpuruk.

Banyak mereka yang mengalami kondisi lebih buruk darimu, namun mereka berusaha untuk tidak larut dalam kesedihan. Karena dunia masih terus berputar, matahari masih terus bersinar, dan bulan tetap bercahaya dengan atau tanpa kamu yang masih larut dalam kesedihan.

 

3. Maafkan dirimu yang dulu, bangkitlah dari kekecewaan

Jika kamu terus menyalahkan orang lain atas kekecewaan yang kamu alami, maka jangan pernah berharap keadaan akan berubah seperti yang kamu harapkan.

Apabila kamu sudah sanggup memaafkan diri sendiri, maka kamu akan mampu memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain.

Mulailah memperbaiki diri. Ingat, berbuat salah adalah sifat dasar manusia. Tapi, belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi adalah syarat mutlak jika kamu ingin menjadi manusia dewasa.

 

4. Luangkan waktu bersama teman atau keluarga dekatmu

Mulailah meluangkan waktu bersama sahabat atau keluarga dekatmu. Lakukan hal-hal yang kalian senangi bersama. Sahabat atau keluarga dekat adalah mereka yang selalu ada di saat kamu berduka, bukan sebaliknya.

Ceritakan perasaanmu kepada orang yang benar-benar peduli padamu. Sebab, bercerita (curhat) kepada orang yang tepat akan meringankan beban pikiran dan perasaan yang kamu alami.

 

5. Berdoa, berserah diri, memohon yang terbaik

Jika keempat langkah di atas sudah kamu lakukan, maka langkah kelima ini adalah langkah utama. Yakinlah bahwa Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hambaNya. Dengan meyakini bahwa apa yang kamu alami adalah ujian dariNya, maka sepatutnya kamu bersyukur karena sedang diberi kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Memohon yang terbaik kepadaNya, karena rencana manusia seringkali tidak seindah dan sebijak rencanaNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *